Senin, 30 Oktober 2023

 AKSI NYATA MODUL 1.4 

DISEMINASI BUDAYA POSITIF 

PENDIDIKAN GURU PENGGERAK ANGKATAN 9


Link You Tube saya tentang diseminasi : Klik Di sini Guys





















Menjadi hal yang menyenangkan bagi saya karena menyiapkan Aksi Nyata ini tidak sendirian. Diawali dengan berdiskusi ringan kepala sekolah dan unsur pimpinan, lalu dengan pengajar praktik, lalu dengan rekan-rekan majelis guru, menjadikan Kegiatan ini menjadi menyenangkan dan sangat diminati. Selama persiapan semua berjalan lancar dan baik-baik saja. Mengurus spanduk dibantu oleh Bu Icha, konsumsi sarapan pagi dihandle oleh saya dan Pak Dayat, untuk konsep materi sudah disiapkan sejak lama. Alat-alat yang dibutuhkan selama acara seperti sound, Infocus, dll dibantu oleh Pak Adi, Pak dayat dan Pak Rozi. Support dari kepala sekolah menjadikan kegiatan ini semakin lancar dalam pelaksanaannya.


Sementara itu selama kegiatan berlangsung, saya dibantu oleh siswa bernama Rahman dan Ahlul dalam menyiapkan kamera sebagai dokumentasi, namun kebetulan sekali hari itu bertepatan dengan Pemilihan Ketua OSIS jadi mereka tidak bisa stand by di depan kamera secara kontinu selama acara. Secara keseluruhan saya bersyukur, rekan-rekan sesama guru dan tenaga kependidikan sangat tertarik dengan tema aksi nyata kali ini. Berharap besar semoga semakin banyak rekan kerja saya berkesempatan mengikuti Pelatihan Guru Penggerak.

Alasan kita ikut bukanlah menjadi kepala sekolah atau pengawas, melainkan mengupdate dan mengupgrade value diri. Jika kita refleksi, terakhir kita belajar/study adalah ketika kuliah S1. Sementara siswa kita masih baru lahir saat kita kuliah. Itulah mengapa agar pembelajaran menjadi bermakna, agar siswa mampu mengoptimalkan kemampuan dirinya, dan agar bapak ibu guru menggunakan metode/model dan mindset yg tepat dalam mendidik dan mengajar siswa, sudah sepantasnya kita secara mandiri atau motivasi intrinsik yang menjadi alasan kita untuk terus mengembangkan ilmu. 

Sesi tanya jawab menjadi salah satu sesi seru pada kegiatan Diseminasi ini. Banyak guru yang bertanya dengan topik-topik hangat yang terjadi di lingkungan / dunia pendidikan. Terlihat dari umpan balik pada sticky note yang dibagikan pada audience, diseminasi kali ini sukses menarik perhatian Bapak Ibu guru dan tenaga kependidikan. 

Selasa, 12 September 2023

MODUL 1.2

Assalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh..

            Perkenalkan saya Mona Amelia, S. Pd Calon Guru Penggerak Angkatan 9, guru matematika SMA N 2 Sijunjung. Kali ini saya akan mendemonstrasikan secara kontekstual dengan kisah narasi yang mudah dipahami namun dapat menggambarkan dengan detail segala kegiatan yang akan saya lakukan dalam keseharian ataupun terprogram rutin dan bersifat berkesinambungan, dimana saya seandainya sudah menjalankan peran sebagai seorang guru penggerak selama 3 tahun. Sebagai seorang Guru Penggerak saya dapat memainkan peran-peran memimpin perubahan dalam ekosistem pendidikan saya. Kepemimpinan seorang Guru yang maksimal karena saya memiliki keterampilan ataupun kompetensi yang sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. 
        Dalam kegiatan keseharian sebagai seorang guru matematika, saya mengajar dengan penuh kesabaran, keteladanan dan berpihak pada murid. Di kelas, saya meyesuaikan metode dan model pembelajaran dengan berbagai kriteria murid yaitu mulai dari murid yang butuh perhatian khusus, murid yang sedang, ataupun murid yang cepat memahami. Saya memberikan kebebasan kepada siswa dalam berekpresi selama pembelajaran dalam berbagai hal diantaranya bertanya, meminta penguatan materi, berdiskusi, mengerjakan latihan, melakukan pendampingan dalam pemahan materi dan lain sebagainya. Murid saya boleh saja ada yang tidak suka menulis, maka saya buka alternatif lain yaitu mengetik. Murid saya yang butuh perhatian khusus akan saya luangkan waktu diluar jam pembelajaran untuk berdiskusi bersama-sama mengulang materi dan berlatih. Senantiasa membuat murid nyaman dan bahagia belajar matematika. Bagi murid saya yang cepat dalam memahami, saya siapkan bahan ajar yang berisikan materi pengayaan, contoh soal dan latihan soal demi memenuhi kehausan murid tersebut dalam belajar. Untuk kegiatan yang terprogram dan sistematis, saya menyiapkan sebuah layanan gratis untuk kelas XII selama 1 bulan sebagai persiapan mereka mengikuti tes, baik tes masuk perguruan tinggi maupun tes kedinasan. 1 bulan ini murid kelas XII tidak lagi datang ke sekolah untuk belajar. Murid yang sudah selesai mengikuti Ujian Satuan Pendidikan biasanya diberi kebebasan untuk berkegiatan. Ada yang di rumah, ada yang bimbel, ada yang kerja. Maka layanan terprogram saya ini, demi membantu siswa yang ekonominya lemah dan tidak ada biaya untuk bimbel persiapan SNBT. Selama menjalankan program, saya dan murid berusaha maksimal untuk mendapatkan hasil maksimal. Buku yang berisi bank soal saya persiapkan. Tentunya layanan terprogram ini juga diberitahukan kepada orang tua, karena ini bersifat tidak memaksa dan mengikuti keinginan murid yang bersemangat untuk lulus.
        
            Saya memiliki kemandirian tingkat tinggi. Tidak menggantungkan harapan pada orang lain dalam bergerak. Tidak bersandar ataupun menunggu orang lain membantu ataupun memfasilitasi hal baik yang saya lakukan. Dengan penuh kesadaran saya mengikuti webinar dan pelatihan yang related dengan kebutuhan murid saya. Saya telah menyelesaikan PMM dengan baik dan sempurna. Dalam pengamalan ilmupun saya mau dan mampu memfasilitasi segala hal yang saya butuhkan, seperti menyediakan segala alat tulis, kalkulator keren untuk mengajar matematika, memiliki laptop, printer, dan menanggung biaya fotokopi yang mungkin dibutuhkan saat memberikan LKPD pada murid. Agar bersemangat dan murid saya merasa senang dan puas atas pencapaian dirinya, saya menyediakan reward sederhana atas prestasi mereka. Menjadi mandiri membuat kita sebagai guru leluasa untuk bergerak.  Untuk kegiatan terprogram saya dalam mengamalkan nilai kemadirian sebagai seorang guru penggerak adalah secara kontinu memperbaharui buku pedoman pembelajaran yang saya butuhkan untuk meningkatkan kompetensi baik di bidang matematika, keguruan, maupun ilmu lainnya seperti bahasa inggris, informatika dll. 

                Demi menjadi lebih baik dari waktu ke waktu senantiasa melakukan refleksi terhadap hal-hal yang telah saya lakukan. Pengalaman menjadi hal yang sangat berharga jika kita memaknainya. Tak hanya reflektif untuk diri sendiri, saya juga mampu senantiasa mengambil hikmah dan pelajaran dari suatu kejadian guna mengembangan diri sendiri, murid dan rekan kerja. Proses mewujudkan Profil Pelajar Pancasila pada diri sendiri sebagai Guru Penggerak dan menuntun perwujudannya pada murid-murid merupakan perjalanan yang penuh dengan variasi pengalaman-pengalaman. Pengalaman-pengalaman ini boleh jadi akan menimbulkan kesan positif maupun negatif. Dengan mengamalkan nilai reflektif, saya memanfaatkan pengalaman-pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk menuntun diri saya, murid, dan sesama dalam menangkap pembelajaran positif, sehingga mampu menjalankan peran saya dengan baik dari waktu ke waktu.  Memiliki nilai reflektif saya menjadi pribadi yang berdaya saing yang tinggi karena saya sadar akan hakikat persaingan. Saya akan bersaing dengan potensi dan upaya diri sendiri. Sebagai seorang Guru Penggerak yang reflektif saya tidak hanya berhenti sampai rencana tindakan saja, saya juga mengekspresikannya lewat tindakan nyata sebagai perbaikan yang perlu dilakukan. Nilai reflektif ini saya laksanakan dengan baik agar saya fokus menjadi lebih baik untuk murid-murid saya. 

        Saya senantiasa membangun daya sanding atau berkolaborasi. Memahami dengan baik bahwa pentingnya salingketergantungan yang positif terhadap seluruh pihak pemangku kepentingan yang berada di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah seperti orang tua murid dan komunitas terkait dalam mencapai tujuan pembelajaran. Saya memiliki kemampuan publik speaking yang baik sehingga dengan mudah saya bisa menjalin hubungan yang baik dengan pihak luar. Bahkan dengan dunia usaha ataupun dunia industri yang ada disekitar sekolah bisa terjalin hubungan baik sehingga murid saya bisa mempraktikkan ilmu yang didapat, mengambil hikmah dari kesuksesan tokoh besar, ataupun mendapatkan bantuan fasilitas dalam pembelajaran. Saya menjiwai nilai kolaboratif sehingga mampu membangun rasa saling percaya dan saling menghargai, serta mengakui dan mengelola kekuatan serta perbedaan peran tiap pemangku kepentingan di sekolah, sehingga tumbuh semangat saling mengisi, saling melengkapi. Memiliki semangat pembelajaran tim. Dimana dalam hal ini adalah kepentingan pembelajaran murid. Saya berkolaborasi dengan guru dalam membuat media pembelajaran interaktif. Untuk kegiatan rutin yang saya lakukan dalam melaksanakn nilai kolaboratif adalah saya bersama rekan sejawat mata pelajaran matematika membuat video pembelajaran secara bertahap untuk semua materi matematika SMA. Sehingga murid saya bisa merewatch video tersebut dimanapun mereka berada. Hal baik dan besar ini akan terlaksana dengan baik jika kolaboarsi positif yang saya lakukan dengan berbagai pihak berjalan dengan baik.

                Berinovasi sepanjang hayat menjadi hal yang rutin dilakukan. Zaman yang berubah secara pasti, teknologi yang berkembang pesat dan ilmu parenting yang sesuai dengan kondisi zaman. Perubahan itu semua membuat saya yang berinovasi yang bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan seorang murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Sebagai Guru penggerak saya memiliki inovasi tinggi untuk menyikapi segala perubahan di diri murid saya. Saya menjadi guru kekinian, tidak membosankan karena inovasi yang saya punya, dan tetap dihormati oleh murid walau sedekat apapun emosional saya dengan mereka. Saya mengajak mereka belajar tidak hanya di dalam kelas, sesekali kami belajar di labor komputer menggunakan chromebook / laptop. Inovasi saya dalam memanfaatkan aplikasi Google For Education akan saya optimalkan dalam pembelajaran matematika di kelas. Saya mampu senantiasa memunculkan gagasan segar dan tepat guna. Dalam mengasah nilai inovatif saya sebagai seorang guru penggerak, maka jiwa saya sangatlah harus fleksibilitas, saya memandang segala sesuatu secara multiperspektif, mencari dan membuat alternatif, mengubah dan menyesuaikan gaya dan kecenderungan lama mewujudkan perubahan dan bergeser menuju pandangan-pandangan alternatif dan luas. Saya akan terus berinovasi, berkembang dan menjadi inspirator bagi murid dan rekan kerja saya.
                



Surat Cinta Untuk Teman Inspiratorku

 


Senin, 11 September 2023

Potret pendidikan Indonesia sejak zaman kolonial hingga kini

 Hal yang menarik bagi saya adalah pendidikan pada zaman kolonia bukan sesuatu yang dapat dirasakan dengan mudah oleh rakyat, hanya untuk orang-orang tertentu demi tujuan tertentu dan hanya mengajarkan hal-hal tertentu. Tujuan Pendidikan yang dapat dilihat dari video ini pada zaman kolonial adalah memenuhi kepentingan kolonial pada saat itu dengan memberikan hal dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung yang akan memberikan keuntungan pada usaha kolonial. Persamaan antara proses pembelajaran pada zaman kolonial dengan proses pembelajaran saat ini adalah rakyat sudah mendapatkan pendidikan dan pengajaran dengan jenjang kelas yang dimulai dari bawah, menengah dan atas. Sementara perbedaaannya adalah zaman kolonial adanya ketidakadilan dalam mendapatkan pendidikan yaitu untuk orang -orang tertentu saja dan yang diajarkan hanya hal- hal yang sangat dasar. Sementara zaman sekarang kesempatan pendidikan dapat dirasakan semua rakyat dengan cakupan ilmu yang lebih luas dan sesuai dengan kemajuan zaman

PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA


 

Refleksi Kritis serta Harapan Sang Guru Matematika

 Bapak Ibu guru secara umum mengetahui tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai pendidikan dan pengajaran dan sebagian besar telah melaksanakannya di dalam kelas meski belum optimal. Menurut Ki Hajar Dewantara pengajaran adalah bagian dari pendidikan. Dimana pengajaran itu adalah proses dari pendidikan dalam memberi ilmu atau faedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat.  Relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini adalah bagaimana zaman membutuhkan karakter seseorang yang beradab baru kemudian ilmu, bagaimana dunia kerja menuntut seseorang memiliki keterampilan dan cakap pada bidang tertentu. Hal ini menjadikan Bapak Ibu guru di sekolah harus piawai dalam memberikan pengajaran kepada peserta didik sesuai dengan minat dan bakatnya tanpa harus memaksakan seorang peserta didik untuk mencapai kemampuan dan keterampilan maksimal untuk semua mata pelajaran. Di SMA Negeri 2 Sijunjung beberapa peserta didik menunjukkan memiliki minat dan bakat untuk hampir ke semua bidang mata pelajaran. Namun banyak diantara peserta didik menunjukkan minat dan bakat itu ditujukan ke beberapa bidang mata pelajaran saja dengan beberapa faktor penyebab baik yang bersifat eksternal maupun internal. Menilik kembali tujuan pendidikan yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara adalah menuntun segala kodrat yang ada pada peserta didik agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Sebagai seorang guru matematika saya belajar dari waktu ke waktu menjadi lebih baik. Belajar terus untuk memahami dan mampu melaksanakan hakikat pendidikan dan pengajaran di sekolah sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Dalam pelaksanaanya, guru di SMA Negeri 2 Sijunjung telah diberikan kemerdekaan dalam melaksanakan tugas dan perannya sebagai seorang guru, tinggal bagaimana guru memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. 

Harapan saya setelah membaca dan memahami modul ini semoga saya bisa menjadi guru matematika yang memiliki segala kompetensi yang dibutuhkan sebagai seorang pengajar dan pendidik sehingga peserta didik saya mau bersemangat belajar matematika dengan perasaan bahagia. Saya berharap kegiatan ini berjalan dengan lancar dan fokus untuk mencapai tujuannya. Materi yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh para Calon Guru Penggerak dan di aplikasikan di sekolah masing-masing sehingga merasakan manfaat utama dari pelatihan ini yaitu tergerak, bergerak dan menggerakkan.

Mari Belajar




 

 My Story about my study.. BAB 1 na, ada revisi, tapi belum na revisi, na butuh aura mistis perpustakaan dalam mengetik tesis.. BAB 2 na sud...