MODUL 1.2
Assalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh..
Perkenalkan saya Mona Amelia, S. Pd Calon Guru Penggerak Angkatan 9, guru matematika SMA N 2 Sijunjung. Kali ini saya akan mendemonstrasikan secara kontekstual dengan kisah narasi yang mudah dipahami namun dapat menggambarkan dengan detail segala kegiatan yang akan saya lakukan dalam keseharian ataupun terprogram rutin dan bersifat berkesinambungan, dimana saya seandainya sudah menjalankan peran sebagai seorang guru penggerak selama 3 tahun. Sebagai seorang Guru Penggerak saya dapat memainkan peran-peran memimpin perubahan dalam ekosistem pendidikan saya. Kepemimpinan seorang Guru yang maksimal karena saya memiliki keterampilan ataupun kompetensi yang sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan.
Dalam kegiatan keseharian sebagai seorang guru matematika, saya mengajar dengan penuh kesabaran, keteladanan dan berpihak pada murid. Di kelas, saya meyesuaikan metode dan model pembelajaran dengan berbagai kriteria murid yaitu mulai dari murid yang butuh perhatian khusus, murid yang sedang, ataupun murid yang cepat memahami. Saya memberikan kebebasan kepada siswa dalam berekpresi selama pembelajaran dalam berbagai hal diantaranya bertanya, meminta penguatan materi, berdiskusi, mengerjakan latihan, melakukan pendampingan dalam pemahan materi dan lain sebagainya. Murid saya boleh saja ada yang tidak suka menulis, maka saya buka alternatif lain yaitu mengetik. Murid saya yang butuh perhatian khusus akan saya luangkan waktu diluar jam pembelajaran untuk berdiskusi bersama-sama mengulang materi dan berlatih. Senantiasa membuat murid nyaman dan bahagia belajar matematika. Bagi murid saya yang cepat dalam memahami, saya siapkan bahan ajar yang berisikan materi pengayaan, contoh soal dan latihan soal demi memenuhi kehausan murid tersebut dalam belajar. Untuk kegiatan yang terprogram dan sistematis, saya menyiapkan sebuah layanan gratis untuk kelas XII selama 1 bulan sebagai persiapan mereka mengikuti tes, baik tes masuk perguruan tinggi maupun tes kedinasan. 1 bulan ini murid kelas XII tidak lagi datang ke sekolah untuk belajar. Murid yang sudah selesai mengikuti Ujian Satuan Pendidikan biasanya diberi kebebasan untuk berkegiatan. Ada yang di rumah, ada yang bimbel, ada yang kerja. Maka layanan terprogram saya ini, demi membantu siswa yang ekonominya lemah dan tidak ada biaya untuk bimbel persiapan SNBT. Selama menjalankan program, saya dan murid berusaha maksimal untuk mendapatkan hasil maksimal. Buku yang berisi bank soal saya persiapkan. Tentunya layanan terprogram ini juga diberitahukan kepada orang tua, karena ini bersifat tidak memaksa dan mengikuti keinginan murid yang bersemangat untuk lulus.
Saya memiliki kemandirian tingkat tinggi. Tidak menggantungkan harapan pada orang lain dalam bergerak. Tidak bersandar ataupun menunggu orang lain membantu ataupun memfasilitasi hal baik yang saya lakukan. Dengan penuh kesadaran saya mengikuti webinar dan pelatihan yang related dengan kebutuhan murid saya. Saya telah menyelesaikan PMM dengan baik dan sempurna. Dalam pengamalan ilmupun saya mau dan mampu memfasilitasi segala hal yang saya butuhkan, seperti menyediakan segala alat tulis, kalkulator keren untuk mengajar matematika, memiliki laptop, printer, dan menanggung biaya fotokopi yang mungkin dibutuhkan saat memberikan LKPD pada murid. Agar bersemangat dan murid saya merasa senang dan puas atas pencapaian dirinya, saya menyediakan reward sederhana atas prestasi mereka. Menjadi mandiri membuat kita sebagai guru leluasa untuk bergerak. Untuk kegiatan terprogram saya dalam mengamalkan nilai kemadirian sebagai seorang guru penggerak adalah secara kontinu memperbaharui buku pedoman pembelajaran yang saya butuhkan untuk meningkatkan kompetensi baik di bidang matematika, keguruan, maupun ilmu lainnya seperti bahasa inggris, informatika dll.
Demi menjadi lebih baik dari waktu ke waktu senantiasa melakukan refleksi terhadap hal-hal yang telah saya lakukan. Pengalaman menjadi hal yang sangat berharga jika kita memaknainya. Tak hanya reflektif untuk diri sendiri, saya juga mampu senantiasa mengambil hikmah dan pelajaran dari suatu kejadian guna mengembangan diri sendiri, murid dan rekan kerja. Proses mewujudkan Profil Pelajar Pancasila pada diri sendiri sebagai Guru Penggerak dan menuntun perwujudannya pada murid-murid merupakan perjalanan yang penuh dengan variasi pengalaman-pengalaman. Pengalaman-pengalaman ini boleh jadi akan menimbulkan kesan positif maupun negatif. Dengan mengamalkan nilai reflektif, saya memanfaatkan pengalaman-pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk menuntun diri saya, murid, dan sesama dalam menangkap pembelajaran positif, sehingga mampu menjalankan peran saya dengan baik dari waktu ke waktu. Memiliki nilai reflektif saya menjadi pribadi yang berdaya saing yang tinggi karena saya sadar akan hakikat persaingan. Saya akan bersaing dengan potensi dan upaya diri sendiri. Sebagai seorang Guru Penggerak yang reflektif saya tidak hanya berhenti sampai rencana tindakan saja, saya juga mengekspresikannya lewat tindakan nyata sebagai perbaikan yang perlu dilakukan. Nilai reflektif ini saya laksanakan dengan baik agar saya fokus menjadi lebih baik untuk murid-murid saya.
Saya senantiasa membangun daya sanding atau berkolaborasi. Memahami dengan baik bahwa pentingnya salingketergantungan yang positif terhadap seluruh pihak pemangku kepentingan yang berada di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah seperti orang tua murid dan komunitas terkait dalam mencapai tujuan pembelajaran. Saya memiliki kemampuan publik speaking yang baik sehingga dengan mudah saya bisa menjalin hubungan yang baik dengan pihak luar. Bahkan dengan dunia usaha ataupun dunia industri yang ada disekitar sekolah bisa terjalin hubungan baik sehingga murid saya bisa mempraktikkan ilmu yang didapat, mengambil hikmah dari kesuksesan tokoh besar, ataupun mendapatkan bantuan fasilitas dalam pembelajaran. Saya menjiwai nilai kolaboratif sehingga mampu membangun rasa saling percaya dan saling menghargai, serta mengakui dan mengelola kekuatan serta perbedaan peran tiap pemangku kepentingan di sekolah, sehingga tumbuh semangat saling mengisi, saling melengkapi. Memiliki semangat pembelajaran tim. Dimana dalam hal ini adalah kepentingan pembelajaran murid. Saya berkolaborasi dengan guru dalam membuat media pembelajaran interaktif. Untuk kegiatan rutin yang saya lakukan dalam melaksanakn nilai kolaboratif adalah saya bersama rekan sejawat mata pelajaran matematika membuat video pembelajaran secara bertahap untuk semua materi matematika SMA. Sehingga murid saya bisa merewatch video tersebut dimanapun mereka berada. Hal baik dan besar ini akan terlaksana dengan baik jika kolaboarsi positif yang saya lakukan dengan berbagai pihak berjalan dengan baik.
Berinovasi sepanjang hayat menjadi hal yang rutin dilakukan. Zaman yang berubah secara pasti, teknologi yang berkembang pesat dan ilmu parenting yang sesuai dengan kondisi zaman. Perubahan itu semua membuat saya yang berinovasi yang bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan seorang murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Sebagai Guru penggerak saya memiliki inovasi tinggi untuk menyikapi segala perubahan di diri murid saya. Saya menjadi guru kekinian, tidak membosankan karena inovasi yang saya punya, dan tetap dihormati oleh murid walau sedekat apapun emosional saya dengan mereka. Saya mengajak mereka belajar tidak hanya di dalam kelas, sesekali kami belajar di labor komputer menggunakan chromebook / laptop. Inovasi saya dalam memanfaatkan aplikasi Google For Education akan saya optimalkan dalam pembelajaran matematika di kelas. Saya mampu senantiasa memunculkan gagasan segar dan tepat guna. Dalam mengasah nilai inovatif saya sebagai seorang guru penggerak, maka jiwa saya sangatlah harus fleksibilitas, saya memandang segala sesuatu secara multiperspektif, mencari dan membuat alternatif, mengubah dan menyesuaikan gaya dan kecenderungan lama mewujudkan perubahan dan bergeser menuju pandangan-pandangan alternatif dan luas. Saya akan terus berinovasi, berkembang dan menjadi inspirator bagi murid dan rekan kerja saya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar